RABU, 27 Juni 2012 | 3926 Hits
Bupati Buru ‘Nyerah’ Hadapi Penambang Emas Polisi Kesulitan Sidik Pembunuhan Gunung Botak
NAMLEA, AE—Bupati Buru Ramli Umasugi menyatakan, pihaknya telah melakukan segala cara guna mengatasi semua permasalahan serta melakukan penertiban di lokasi pertambangan (Gunung Botak) yang berada di Desa Dava, Dusun wamsait, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.
Namun, Kata Umasugi, kendati segala cara sudah ditempuh seperti penertiban, pengosongan serta penyitaan berbagai macam alat pendukung untuk pengoperasian pertambangan di lokasi tersebut, tapi, tidak dipatuhi, bahkan razia KTP serta penginapan-penginapan pun telah dilakukan.
Kerjasama pemerintah dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengosongan demi pengaturan lokasi pertambangan menjadi baik tetap saja ada tantangan dan halangan. ‘’Ditambah dengan moratorium aturan pertambangan membuat keadaan semakin sulit,” kata dia.
Umasugy menegaskan, tidak pernah menginginkan terjadi pertumpahan darah di lokasi tersebut, namun untuk mengatur puluhan ribu jiwa itu tidak semudah membalik telapak tangan. Hal tersebut dipersulit dengan adanya tantangan dari sebagian oknum yang tidak menginginkan penertiban.
Padahal, lanjut Umasugi, segala langkah telah ditempuh, bahkan pendekatan persuasif dengan tokoh-tokoh adat pun telah dilakukan. Hanya saja hasilnya masih tetap sama. Upaya pengosongan yang sudah dilakukan sebanyak kurang lebih enam kalipun jebol.
Sementara itu ditempat yang berbeda, Kapolres Pulau Buru AKBP Muhammad Syaripudin menyatakan, terkait dengan pengamanan di Lokasi Pertambangan itu, pihaknya telah melakukan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan prosedur yang berlaku bahkan penempatan personil polisi dan di backup TNI pun sudah dilakukan.
“Kendala banyak. selain kekurangan personil, pihak kepolisian tidak dapat berbuat kasar di lokasi tersebut. pasalnya, jika pihak kepolisian bertindak kasar, maka pihak kepolisian akan diserang dengan pelanggaran HAM,” terang Kapolres.
Terkait pembunuhan yang terjadi di lokasi pertambangan, pihak kepolisian juga tidak tinggal diam. Kata kapolres, polisi juga tetap melakukan pengamanan, namun pembunuhan terjadi pada malam hari dan di lokasi pembunuhan tersebut terdapat puluhan ribu orang. Pemeriksaan saksi juga tidak menunjukan titik terang terhadap siapa saja pelaku pembunuhan di lokasi tersebut.
Senada dengan Kapolres Buru, Dandim 1506 Namlea Letkol I Kadek juga menyatakan hal yang sama. Pihaknya selalu mendukung pengamanan yang dilakukan oleh pihak Polres Pulau Buru di lokasi pertambangan. (CR8)
|
|
OPINI
Rabu, 19 Juni 2013
Oleh Ridwansyah Yusuf Achmad
"Tunggu saja, tanggal sudah disiapkan," begitulah petikan ...
INTERAKTIF
Rabu, 28 Maret 2012
Yth Kapolres Ambon. Dalam pengamatan kami sungguh ...
|