Breaking News
Tantangan Buat Dirreskrimsus - Sabtu, 18 Oktober 2014 01:12
Sehari, Ledakan Kompor Bakar 3 Rumah - Kamis, 09 Oktober 2014 02:38
Tolak Kembalikan Mobdin, Parpol Mesti Disurati - Selasa, 07 Oktober 2014 04:37
Polisi Dalami Dugaan BBM Oplosan - Sabtu, 27 September 2014 01:21
Pengguna Jalan Resah, Polantas Seenaknya Menindak - Selasa, 23 September 2014 06:19
30 Menit 7 Rumah Hangus - Sabtu, 20 September 2014 02:41
Kepala BRI Tantang Dikor Malteng - Senin, 08 September 2014 00:26
Agar Orang Tidak Salah Pilih Guru Privat - Senin, 01 September 2014 01:47
536 Guru K2 Berpeluang Diangkat 2014 - Selasa, 26 Agustus 2014 22:26
HIPMI Siap Bantu UMKM - Senin, 25 Agustus 2014 01:16
Sarjana Lulusan Maluku Terganjal Syarat CPNS - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Maluku Siaga Satu - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Golkar Maluku Butuh Regenerasi - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Disdikpora Tunggak Tunjangan Sertifikasi - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Meraba Peluang di Ketatnya Persaingan - Rabu, 20 Agustus 2014 00:36
Hario Kecik, yang Dilupakan - Rabu, 20 Agustus 2014 00:35
Waspada Bahaya Dari Laut - Rabu, 20 Agustus 2014 00:35
amex

amex

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

AMBON, AE.— Sindikat narkoba di Maluku begitu tersistem, terstruktur, dan banyak jejaringnya. Namun polisi tak gampang dikibuli. Dalam dua pekan, satu lagi jaringan narkoba dibongkar, setelah polisi anti narkoba melakukan tangkap tangan terhadap salah seorang bandar. Bandar-bandar ini membidik kampus.

Polisi belum mengetahui, penangkapan pertama, adalah bandar besar atau kecil, namun mereka memastikan telah melakukan penangkapan terhadap tiga orang. Tiga orang ini ditangkap di tempat berbeda, waktu berbeda, namun mereka terjalin dalam satu jaringan.

Awalnya tertangkap salah satu tersangka yang berinisial  A (42). Dia ditangkap dengan satu paket Sabu-sabu di kawasan Galala, pada tanggal 10 Oktober. Saat itu A melakukan transaksi dengan salah seorang anggota polisi. Polisi itu bertugas melakukan penyamaran sebagai pembeli.

Transaksi dilakukan di sebuah rumah kontrakan yang berada kawasan Galala, Hative Kecil, kecamatan Baguala, Kota Ambon. Setelah ditransaksi, A tak berdaya,ketika pembelinya mengeluarkan pistol, dan langsung menangkapnya.

Dari mulut A, polisi kemudian mengembangkan lagi untuk menangkap dua pengedar ganja, YS (22) dan AN (34). Keduanya ditangkap di  sekitar kawasa Kebun Cengkih, Kecamatan sirimau, Kota Ambon.
Dari tangan  keduanya, polisi menyita sebnyak 13 paket ganja dan empat linting  yang siap diedarkan. salah satu diantara ketiga ini, yakni A merupakan residivis dengan kasus yang sama.

” Awalnya kita lakukan penangkapan terhadap tersangka A, pada hari selasa tanggal 10 sekitar jam 05.00 wit sore. Setelah dilakukan pengembangan, satu hari berikutnya kembali kita lakukan  penangkapan terhadap kedua  tersangka YS dan AN di daerah Kebun Cengkih ” Kata Kepala resort Narkoba Polres Pulau Ambon dan PP lease Iptu Ginanjara Aliya Sukmana kepada sejumlah wartawan, kamis (23/10)

Hasil pemeriksaan yang dilakukukan polisi, keterangan dari ketiga tersangka barang-barang ini didapat dari Jakarta yang masuk melalui jalu laut. Polisi kini mengendus kapal apa yang biasa dipakai sebagai sarana transportasi untuk membawa barang haram itu.

Polisi memastikan, A dan AN memiliki jaringan di Jakarta.” A dan AN jaringan karena barang yang didapatkan langsung dari luar Maluku melalui pengiriman,” ungkap Sukmana.

Sukmana mengatakan, tidak menutup kemungkinan aka nada lagi tambahan tersangka dari jaringan ketiga tersangka yang ditahan. Polisi saat ini juga masih menyelidik lebih dalam pengirim dan jaringan lainnya di Maluku.

”Ya kemungkinan masih penambahan tersangka lain, karena kita masih terus melakukan pembangan dari akar sampai bandaranya langsung. Karna ini sudah termasuk jaringan litas provinsi,” kata dia.

Ganja, menurut Sukmana, biasanya diedarakan di kampus-kampus yang berada di wilayah Kota Ambon.” Barang ini biasanya diedarakan kepada mahasiswa dengan kelas ekonomi kebawah dengan harga perpaket 100 ribu rupiah,” ungkapnya.  (M5)

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

AMBON, AE.—Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku menggrebek salah satu lokasi gudang di Desa Nania, Kecamatan Teluk Ambon yang digunakan sebagai tempat penimbunan minyak tanah bersubsidi, Kamis (24/10) dini hari. Hasilnya, polisi mengamankan 5 ton minyak tanah yang dikemas dalam beberapa tempat. Diantaranya di dalam drum maupun profil tank.

Informasi Ambon Ekspres di TKP menyebutkan, polisi sudah mengendus keberadaan salah satu lokasi di kawasan Nania Atas yang digunakan sebagai lokasi penimbunan pada Rabu (23/10). Kemungkinan informasi ini diperoleh dari masyarakat yang curiga dengan keberadaan gudang yang jauh dari lokasi pemukiman itu.

Mendapat informasi itu, anggota polisi dipimpin Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku, Kompol Oni Prasetya S.Ik, bergerak cepat mengamankan lokasi itu. Penggerebekan dibantu Kepala Desa Nania. Pasalnya, pemilik BBM itu diduga sudah menghilang setelah mengetahui kedatangan polisi.

Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Sulistiono yang dikonfirmasi Ambon Ekspres membenarkan penggerebekan itu. Menurut dia, pihaknya mendapati sebanyak 5 ton minyak tanah yang disimpan di dalam gudang itu. Minyak tanah itu ditampung dalam puluhan drum dan profil tank.

“Setelah kami dapat informasi terkait keberadaan BBM itu, kita langsung bergerak menuju lokasi. Dari hasil penggrebekan, kita dapat barangnya. Kini sudah dilakukan penyitaan. BBM jenis minyak tanah diisi dalam drum dan disimpan disebuah gudang dengan ukuran sekitar 8 x 5 meter terletak di lapangan kosong yang jauh dari pemukiman warga. Gudang itu terbuat dari kayu dan beratapkan daun rumbia yang berada di kawasan Desa Nania,”  jelas Sulistiono kepada Ambon Ekspres, Kamis (23/10).

Sebelum penggerebekan, kata Sulistiono, pihaknya juga telah berkordinasi dengan Kepala Desa Nania. “Pembokaran juga disaksikan Kades Nania. Pokoknya tadi malam. Dan kami menemukan puluhan drum yang rata-rata berisikan BBM itu, kami langsung melakukan penyisiran namun tidak ada apa-apa di sekitar daerah itu,” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, BBM tersebut kemudian diamankan ke markas Ditreskrimsus Polda Maluku guna penyelidikan lanjutan. “Jadi setelah kami periksa maka langsung kami pindahkan BBM itu dari tempat semula ke kantor dengan menggunakan mobil truk dan dikawal ketat personil kepolisian,” ujarnya.

Saat disinggung siapa pemilik dari BBM yang diduga illegal, Sulistiono mengaku, dari hasil penyelidikan sementara diduga pemiliknya berinisial A alias D. Namun hingga sore kemarin, yang diduga pemilik dari BBM tersebut tak kunjung ditemukan.

“Informasinya pemilik itu namanya Dullah. Tetapi sampai saat ini belum juga datang dan identitas lengkapnya juga belum kami ketahui. Dicek juga belum ditemukan. Jadi BBM ini kami masih amankan dan sementara kami masih terus melakukan penyelidikan, guna mengungkap legalitas dan pemilik dari BBM itu. Barang bukti hasil sitaan itu masih berada di kantor dengan lingkaran police line,” pungkasnya. (M1)

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

Pesta Teluk Ambon 2014

Kembali Pesta Teluk Ambon digelar. Terbayang sudah para pendayung perahu belang berlomba, beradu kekuatan, membelah laut diiringi tifa toto buang. Terbayang pula perahu kora-kora di jaman dahulu, ketika para leluhur orang Maluku menggunakannya menembus ombak, menyusuri pantai bahkan menyeberang laut luas.  Di titik ini, ada semangat yang membuncah di dalam dada setiap pendayung, baik perahu belang di Pesta Teluk Ambon hari ini, maupun kora-kora di masa silam. Yaitu bagaimana mencapai satu tujuan. "Bersatu Manggurebe Maju", semboyan  bernuansa maritim ini tentu tak asing di telinga orang Maluku.

Di Pesta Teluk Ambon tahun 2014 ini, semangat maritim orang Maluku kembali mengemuka. Dikemas dalam sorotan tema “THE SPIRIT OF MALUKU’S FUTURE”. Mengapa semangat ini diangkat? ini karena sudah terbukti budaya maritim dan karakteristik ke-Malukuan itu menjadikan orang Maluku dikenal khas. Sebagai masyarakat maritim, orang Maluku dikenal terbuka, tegas dan pemberani. Karakter ini membentuk pola hidup yang dinamis dan mampu  menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi, serta siap tampil di depan saat dibutuhkan. Semangat ini akan menjadi modal untuk menggapai masa depan.

“THE SPIRIT OF MALUKU FUTURE” memberikan gambaran tentang lompatan sejarah masa lalu Maluku ke masa depan yang kuat. Dalam perspektif sejarah, Maluku telah menjadi primadona dunia karena  Cengkeh dan Pala, Maluku mendominasi perdagangan dunia. Dunia menyebut Kepulauan Maluku sebagai “the Spice Island” atau “Bumi Rempah-Rempah”.

Sebutan itu di satu sisi baik, tapi di sisi lain berakibat pada orang Maluku kehilangan spiritnya, yang justru terletak pada semangat maritim. Hingga untuk mengembangkan potensi-potensi lain di luar rempah-rempah bagi peningkatan kemandiriannya, orang Maluku terkejut ada yang hilang dari dirinya.  Ketika cengkeh dan pala tergeserkan oleh potensi-potensi lainnya dalam perdagangan internasional terasa predikat “The Spice Islands” atau “Wonderful Maluku’ juga  tergeser. Bahkan ketika kepariwisataan menjadi salah satu industri, posisi Maluku tidak jelas ada dimana.  Di lain pihak ruang ekonomi kreatif muncul sebagai sebuah kekuatan dalam industri budaya dewasa ini. Dengan tingkat produktifitas yang tinggi. Mulai dari Home Industry sampai pada Cinematography dimana semua itu adalah produk budaya yang bakal jadi sebuah kebudayaan.

Pertanyaan kritisnya : Apakah Maluku masih tetap bertahan dengan konsep “The Spice Island atau Wonderful Maluku” dalam arus Pariwisata global yang begitu deras lajunya?” tentu jawabannya "Tidak". Kita harus keluar dari perangkap sejarah ini untuk mengelolah kekuatan budaya dengan kesenian didalamnya. Juga sumberdaya kelautan Maluku yang  luasnya mencapai 93% itu, atau 257,191 km2 dari luas wilayahnya 581,376 km2. Dengan seluruh potensinya termasuk garis pantai yang begitu panjang. Mestinya kita ciptakan ruang destinasi baru, bukan semata-mata bertopang pada hasil cengkeh dan Pala. Destinasi baru yang dimaksudkan salah satunya, adalah  "Pesta Teluk Ambon". Acara budaya Rakyat ini dilaksanakan pada 24 – 27 Oktober 2014 dan sesuai rencana dibuka oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, didampingi sejumlah pejabat instansi terkait.

Pesta Teluk Ambon 2014 telah digelar untuk ke-9 kalinya di Kota Ambon, dan diharapkan menjadi dorongan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Maluku. Pesta Teluk Ambon dengan tema “THE SPIRIT OF MALUKU’S FUTURE” harus mampu mengekspresikan tujuh  isu strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Masing-masing, pertama, ketersediaan sumbedaya kreatif yang professional dan kompetitif. Kedua, ketersediaan sumberdaya alam yang berkualitas, beragam dan kompetitif, dan Sumber Daya Budaya yang dapat diakses secara mudah. Ketiga, industri Kreatif yang berdaya saing, tumbuh dan beragam. Keempat, ketersediaan pembiayaan yang sesuai, mudah diakses dan kompetitif. Kelima, perluasan pasar bagi karya kreatif. Keenam, ketersediaan infrastruktur dan tekhnologi yang sesuai dengan kompetitif. ketujuh, kelembagaan yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif.(**)

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

LIPI Menyimpulkan Kualitas Air di Teluk Ambon, Buruk

Kini Teluk Ambon sudah tercemar. Pencemarannya bukan hanya berdampak pada rusaknya ekosistem atau tempat tinggal biota laut, namun kini ikan di teluk itu terancam punah. Untuk mengkonsumsinya, juga sangat beresiko. Karena ikan sudah tercemar bakteri, dan akan berdampak pada kesehatan manusia sebagai konsumen utamanya.

Pakar Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, Profesor Seumuel Khouw menjelaskan, penurunan kaulitas perairan laut dapat dilihat dari berkurangnya biota atau organisme. Terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan terhadap pencemaran sampah plastik karung dan kertas.

Penutupan polip (mulut karang) oleh karung, akan menghambat bahkan mencegah proses fotosintesis. Karang akan mati dengan sendirinya, jika dalam periode waktu tertentu tidak mampu bernafas akibat tutupan sedimen dan sampah plastik.

Terumbu Karang, Mangrove dan lamun merupakan ekosistem utama di perairan laut dan saling menyokong nutrisi. Jika satu diantara ketiga ekosistem ini mengalami degradasi, akibat penurunan kualitas, maka berdampak terhadap kelangsungan hidup ekosistem lainnya.

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Unpatti pernah melakukan penelitian tentang keberadaan terumbu karang di kawasan pesisir Teluk Ambon. Fakta yang ditemukan, penurunan kualitas dan pengurangan jenis karang. Hanya, jenis karang tertentu yang bertahan hidup (survive), karena mampu menetralisir penurunan kualitas perairan yang drastis.

“Tentu pencemaran sampah punya dampak terhadap penurunan kualitas perairan dan kualitas ekosistem laut. Kalau kualitas perairan turun, maka  otomatis biota atau organisme bisa terganggu dan bisa saja punah. Ini bagian dari indikator penuruan kualitas perairan,”ujar Khouw.

Persoalan yang penting menjadi ancaman penurunan kualitas perairan lainnya adalah adanya bakteri Escherichia coli (E coli) yang sudah melewati ambang batas Baku Mutu air untuk laut. E Coli merupakan mikroorganisme yang  biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan hewan. Di laut, sumber E Coli dari limbah (kotoran manusia) yang dibawa oleh aliran sungai.

Meski tidak berdampak langsung terhadap ekositem, namun E Coli juga merupakan salah satu indikator penurunan kualitas perairan. Berdasarkan penelitian LIPI, kualitas air di Teluk Ambon buruk dengan jumlah kepadatan 3.300 sel bakteri Escherichia coli (E coli) dan 27.100 sel bakteri Coliform total pada setiap 100 mililiter air yang menjadi sampel.

Jika mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004,  tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, Wisata Bahari dan Pelabuhan, ambang batas maksimal kepadatan kedua bakteri itu jauh di bawah temuan tersebut. Untuk wisata bahari, misalnya, ambang batas atas kepadatan E coli tidak boleh lebih dari 200 sel untuk setiap 100 mililiter air laut yang menjadi sampel. Sementara kepadatan Coliform total juga tak boleh lebih dari 1.000 sel pada setiap 100 mili liter air.

“E Coli secara langsung tidak mematikan biota dan organisme laut. Tetapi kalau E Coli yang banyak bersumber dari limbah manusia menyebabkan blooming, maka pertanda kualitas perairan sudah turun drastis,”jelas Khouw.

Sementara dampak langsung terhadap manusia adalah penyakit diare dan gatal-gatal saat berenang di laut. Terdeteksinya bakteri E coli menandakan perairan tersebut terkontaminasi feses mamalia berdarah panas, termasuk manusia. Sementara temuan Coliform total umumnya disebabkan materi organik yang berasal dari sampah yang dibuang ke laut.

Sampah juga membuat kondisi pantai Poka sangat memprihatinkan. Tepatnya di depan PLTD Poka. Sepanjang pantai 100 meter sampah menumpuk dengan ketebalan 30 centi meter. Luas areal sampah 7 meter dari bibir pantai ke laut.

Disini, sampah berbagai jenis terjebak. Ada botol akua, kaleng sprite, teh gelas, Coca Cola, kantong plasti, karung dan sampah anorganik lainnya. Sementara organik terdiri dari daunan, batangan pohon, sabuk kelapa.

Tumpukan sampah ini dibawah oleh arus dan ombak saat air pasang dari Teluk Ambon Bagian LuarMardika, Batu Merah dan Galala. Juga dari Halong dan Tanjung Marthafons yang menjadi salah satu lokasi pengumpulan sampah oleh petugas kebersihan laut pemerintah kota Ambon.

Ironisnya, di pantai Poka ini dijadikan lokasi penanaman Mangrove (bakau) oleh Dinas Kehutanan Provinsi Maluku bekerjasama dengan PT Wijaya Karya (Wika) Ambon. Pada saat air pasang, lokasi penanaman Mangrove ini berubah menjadi lautan sampah. Sampah terdampar di pantai terbawah oleh ombak ke laut. Seketika air  turun (surut), terlihat plastik dan karung menggantun di dahan pohon Mangrove yang rata-rata masih berukuran 1 meter itu. (****)

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

AMBON,AE.—Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku memastikan hari ini akan melakukan pemeriksaan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran proyek Jembatan Gaa di Kabupaten SBT,  Tommy Andreas. Jika tak datang, jaksa akan melayangkan surat berikutnya, sebelum memasukannya ke dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Ambon Ekspres di ruang penyidik  Kejati Maluku, Tommy Andreas dipastikan akan memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa terkait proyek bernilai  Rp2.162.782.000  tersebut. 

“ Agendanya besok (hari ini) Tommy Andreas  akan diperiksa. Kita  berharap  yang bersangkutan   bisa hadir karena kita sudah kirim surat panggilan kepadanya,” ungkap sumber di Kejati Maluku, Kamis (23/10).

Sumber yang enggan namanya disebutkan ini mengaku belum dapat memastikan, Tommy Andreas akan ditahan setelah diperiksa nanti atau belum. “ Nanti kita lihat hasil pemeriksaan. Bila harus, ya akan ditahan,” katanya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku Bobby Kin Palapia menegaskan, bila Tommy Andreas tidak memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa hari ini, maka akan dipanggil lagi.“ Bila sampai dipanggil secara baik, tapi tidak datang, maka dimasukan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Dan itu, akan dipanggil paksa,” kata Palapia.    

Setelah memeriksa Tommy Andreas, penyidik segera memanggil tersangka lainnya, Kepala Dinas PU Kabupaten  SBT Nurdin Mony  untuk diperiksa.

Pegiat anti korupsi Maluku Jan Sariwating mengatakan, setelah diperiksa, Tommy Andreas harus ditahan oleh penyidik. Ini penting untuk memperlancar proses hukum terhadap kasus ini.

Bila tidak, bisa membuka peluang bagi tersangka untuk menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan  serupa atau melarikan diri, sehingga dapat menghambat proses hukum yang tengah berjalan.

“ Penyidik harus tegas. Harus segera menahan tersangka setelah diperiksa. Jangan memberikan  peluang sedikit pun terjadinya hal-hal yang menghambat proses   hukum,” kata Sariwating, kemarin.

 Direktur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku ini  menegaskan,  kasus ini telah menjadi sorotan publik, ada harapan besar dari masyarakat agar kasus ini bisa tuntas, siapa pun yang terbukti bersalah, harus diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“ Dalam kasus ini, kita juga tetap mendukung dan mengapresiasi kinerja penyidik di Kejati Maluku, sebab lebih cepat dibandingkan kasus dana pajak di SBT yang ditangani penyidik Direskrimsus Polda Maluku, yang sampai saat ini belum ada progress yang baik,”unglap Sariwating.
(CR3)

Jumat, 24 Oktober 2014 01:19

AMBON,AE.— Komisi Pemilihan Umum Daerah Aru telah mengusulkan besaran anggaran pelaksanaan Pemilihan kepala daerah ke pemerintah sebesar Rp.15 miliar. Sementara KPUD Seram Bagian Timur (SBT), sampai kemarin belum menuntaskan pembahasan anggarannya untuk diusulkan ke pemerintah. Kebutuhan penganggaran ini nantinya masuk dalam APBD tahun 2015 mendatang.

Dua kabupaten ini akan melaksanakan pilkada pada September 2015 mendatang dengan merujuk pada peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Sampai kemarin, KPU masih tetap berjalan dengan dua skenario, Pilkada langsung dan melalui DPRD. Pilkada langsung akan dilakukan jika Perppu disetujui DPR, sebaliknya jika tak disetujui akan dilakukan pilkada melalui DPRD.

Ketua KPU SBT Kisman Kilian, mengatakan penggunaan anggaran Pilkada masih dalam tahapan rancangan. KPU masih menunggu rancangan kebutuhan dan penggunaan anggaran dari pihak kepolisian untuk pengamanan, dalam hal ini Polres SBT. 

“Rancangannya masih di meja Sekretaris KPU. Rancangan ini kemudian akan dibawah dalam rapat komisioner. Kita akan melihat secara bersama-sama sebelum diusulkan ke Pemda dalam APBD 2015,” kata Kisman di Ambon, kemarin.

Meski begitu, Kisman memperkirakan, total anggaran yang digunakan sekitar Rp20 milyar lebih. Ini untuk pembentukan Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) sampai PPS dan dana pengamanan.

”Kalau Pilkada 2010, SBT masih berjalan dengan enam kecamatan. Sementara Pilkada 2015 sudah menjadi 15 kecamatan. Jadi kemungkinan besar penggunaan anggarannya juga meningkat. Yah bisa mencapai 20 Milyar lebih. Karena yang jelas sebanyak 15 penyelenggara yang bersifat ad hock (PPK) akan dibentuk. Belum lagi untuk pihak keamanan,”paparnya.

Terpisah Ketua KPU Kabupaten Aru, Victor Sjair mengatakan, kebutuhan anggaran Pilkada sudah diusulkan ke pemerintah daerah setempat. Total anggaran diajukan sebesar Rp.15 milyar untuk putaran pertama dan antisipasi putaran kedua.  “Kami usulkan ke Pemda seminggu yang lalu, sebanyak Rp.15 milyar untuk kebutuhan Pilkada Aru, untuk antisipasi dua putaran. Namun, itu baru sebatas rancangan. Akan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” ujar Sjair saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via seluler, kemarin.

Namun, lanjut Sjair, pihak KPU belum melakukan tahapan dan program Pilkada Aru, karena belum ada surat edaran dari KPU maupun instruksi dari KPUD Maluku. ”Sampai saat ini belum ada instruksi dari KPU terkait pelaksanaan Pilkada Aru. Kami masih menunggu,” ungkapnya.

Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Toekan mengatakan, berdasarkan Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2014 tentang Pilkada langsung, anggaran Pilkada bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015. KPU Maluku juga sudah menginstruksikan kepada KPU Kabupaten Seram Bagian Timur dan Aru untuk mengusulkan rancangan anggaran ke pemerintah daerah.

“Jadi andaikan Perppu ini diberlakukan, karena memang sudah ada titik terang, maka untuk Pemilukada 2015 ini anggarannya bersumber dari APBD. Karena itu, KPU Provinsi sudah berkoordinasi dengan KPU kabupaten untuk mengusulkan ke Pemda masing-masing. Dan itu sudah dilakukan oleh KPU Kabupaten SBT dan Aru yang melaksanakan Pilkada 2015,” ujar Toekan kepada Ambon Ekspres via seluler, Kamis (23/10).

Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Maluku, Fadli Silawane. Bawaslu, kata Fadli, sudah melakukan komunikasi lebih awal dengan pemerintah daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2015, yakni SBT dan Kepulauan Aru dengan asumsi pilkada tetap dilaksanakan langsung. Terutama untuk penganggarannya yang berasal dari APBD.

”Setelah Perppu dikeluarkan bahwa pilkada secara langsung, maka berdasarkan informasi dari pihak kesektariatan Bawaslu Maluku, yang telah berkomunikasi dengan Panwaslu Kabupaten SBT dan Aru untuk mengusulkan rancangan penggunaan anggaran ke Pemda masing-masing,” katanya.

Dikatakan, untuk Pilkada SBT dan Aru, dari aspek pengawasan, masih menunggu regulasi dari KPU maupun Bawaslu pusat. “Andaikan perppu berlaku, maka akan ada regulasi secara teknis terkait pilkada, dalam hal ini PKPU maupun Perbawaslu yang merujuk dari isi Perppu. Nah, kami masih menunggu. Tapi pada intinya Bawaslu dan Panwaslu siap dengan Pilkada langsung,”jelasnya.
(CR2)

Kamis, 23 Oktober 2014 01:27

Masohi, AE.—Dua kelompok masyarakat di Negeri Saleman Kecamatan Seram Utara nyaris terlibat bentrok berdarah, Rabu (22/10) sekira  pukul 14.20. Mereka terbagi atas kelompok pendukung Raja Negeri Saleman, Ali Arsad Makatita dan kelompok yang kontra. Namun polisi berhasil mengendalikan situasi di kampung adat itu.

Diduga  rencana pelantikan adat raja Negeri, Ali Arsyad Makatita yang bakal berlangsung Jumat, 24 oktober mendatang jadi pemicunya. Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian bermula dari aksi penolakan terhadap tamu yang datang untuk menghadiri acara pelantikan adat Ali Arsyad sebagai raja Negeri Saleman.

Jalan masuk ke desa itu di palang. Tamu dan sebagian warga tidak bisa masuk. Kelompok pro mulai mengamuk. Yang kontra juga tak mau kalah. Polisi kemudian turun tangan untuk melerai dua kelompok yang sudah mulai termakan emosi.

"Tepatnya, masyarakat yang kontra terhadap pelantikan menolak tamu adat. Ini dilakukan saat prosesi penerimaan tamu,"ungkap sumber. Penolakan spontan memicu kemarahan kelompok yang pro pelantikan.

Terjadi saling dorong antara kedua kelompok. Kondisi kian memanas menyusul terjadinya pemukulan terhadap Salah satu warga yang diduga dilakukan oleh personil keamanan dari Polres Malteng. "Dalam upaya melerai kedua kelompok, terjadi pemukulan oleh personil kepolisian saat itu terhadap salah satu warga saleman,” kata sumber ini.

Pemukulan dilakukan terhadap Aziz Salasa. Korban mengalami luka sobek. Pemukulan ini kemudian membuat situasi kian memanas. Sebagian warga mulai mengamuk. Kondisi saat itu hampir memicu bentrok terbuka dua kelompok.

"Baru pada pukul 16.50 Wit kondisi dapat dikendalikan. Itupun setelah personil pengamanan dari Polres Malteng mengeluarkan tembakan dan Gas Air Mata untuk membubarkan massa," ujarnya.
Kapolres Maluku Tengah, AKBP Udi Juswanto saat dikonfirmasi membenarkan informasi yang dikantongi koran ini. Hanya saja perwira dengan dua melati di pundak ini menolak aksi pemukulan dilakukan anak buahnya di lapangan.

"Kronologisnya, saat rencana penerimaan tamu, warga yang kontra memalang jalan. Personil kita yang siaga disana berkommunikasi dan jalan bisa dibuka kembali. Tidak ada korban dalm kejadian saat itu," tegasnya.

Untuk mengamankan agenda pelantikan adat Raja Salemen, Jumat mendatang, satu peleton personil pengamanan dari Polres Malteng akan diterjunkan untuk menambah kekuatan pengamanan. "Disana sudah ada 2 peleton. Besok, satu peleton akan kita terjunkan kesana untuk mengoptimalkan pengamanan," pungkasnya. (MYX)

Kamis, 23 Oktober 2014 01:07

AMBON,AE.— Aksi penolakan terhadap  rencana Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Jacobus Puttileihalat untuk merenovasi mesjid Almuhajirin di dusun Waematang  Kota Piru  terus berlanjut. Kemarin,  puluhan   pemuda dari sejumlah  organisasi Kepemudaan  menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku,  menolak rencana tersebut.

Para pendemo yang menamakan dirinya  kelompok Cipayung ini,  mendatangi kantor Gubernur Maluku sekira pukul 12 : 30 wit. Mereka   mendesar Gubernur Maluku  Said Assagaff agar memanggil Bupati SBB Jacobus Puttileihalat untuk mengkaji  kembali rencana pembangunan mesjid raya di Kabupaten SBB tersebut.

Barisan pendemo    yang  terdiri  dari Himpunan Mahasiwa Islam, Ikatan Mahasiswa Muslim, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Kesatuan Akssi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Koordinasi Pengurus Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten  SBB), dan  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabuapaten  SBB ini menilai, rencana  tersebut tidak tepat. Pasalnya, keberadaan masjid   AL-Muharijin yang akan dijadikan sebagai Mesjid Raya itu bukan di tengah-tengah masyarakat muslim.

Pembangunan mesjid raya sesuai dengan keinginan pemerintah itu, akan menggangu aktifitas keseharian dari saudara-saudara non muslim. “Kami menolak pembangunan   mesjid raya yang sekarang ini, karena nantinya dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dari saudara kami yang beragama non muslim. Sehingga kami meminta agar Gubernur Maluku segera mencegah langkah bupati SBB itu,” ungkap Hadi Bansa Sella selaku Koordinator lapangan.

Mereka juga menilai  ambisi   Jacobus Puttileihalat untuk membongkar Mesjid  Almuhajirin, di Dusun Waimeteng dan salah satu gereja tua  di  Kota Piru      mengandung maksud yang tidak baik. Kuat dugaan, ada upaya    menyalahgunakan sebagian anggaran yang dialokasikan untuk proyek kedua tempat ibadah itu.

Disebutkan, Pemda dan DPRD setempat telah menyepakati anggaran sebesar Rp 7 milyar untuk pembangunan  kedua tempat ibadah  itu. Namun, setelah adanya penolakan dari umat Kristen saat bupatiingin membongkar Gereja, semua anggaran itu dialihkan untuk pembangunan  mesjid raya.

“Bupati SBB seharusnya mencari  lokasi yang strategis untuk membangun mesjid yang baru. Apalagi anggarannya   bisa dibilang cukup besar. Sehingga anggaran sebesar itu, seharusnya dibangun mesjid yang baru, “tegasnya.
(CR3/M2)

Most Views