Breaking News
Lethulur Dianiaya Preman - Sabtu, 26 Juli 2014 14:23
Bersama Pemerintah Lebih Baik - Kamis, 24 Juli 2014 13:32
Gaji 13 Dibawa Kabur - Kamis, 24 Juli 2014 13:32
Kapressy: Saya Tidak Terlibat - Kamis, 24 Juli 2014 13:32
Siapa Pengganti Sahuburua? - Selasa, 22 Juli 2014 12:46
Hari Ini Presiden Terpilih Ditetapkan - Selasa, 22 Juli 2014 12:48
Semangat Tebu Preman dan Bibir Terkatup - Selasa, 22 Juli 2014 12:35
Baku Hantam Pemuda Menuai Kritik - Selasa, 22 Juli 2014 12:35
Gurita Nepotisme di Balai Jalan - Selasa, 22 Juli 2014 12:34
Jokowi-JK Menang - Sabtu, 19 Juli 2014 01:19
Pemerintahan Baru, Berwajah Lama - Sabtu, 19 Juli 2014 01:19
Pemerintah Jangan Takuti Rakyat - Rabu, 16 Juli 2014 01:49
Bupati Setelah Vanath - Rabu, 16 Juli 2014 01:49
Gaji ke-13 Cair - Rabu, 16 Juli 2014 01:49
Koruptor Tanpa Penahanan - Rabu, 16 Juli 2014 01:49
Prabowo Kembali Nyalip Jokowi - Senin, 14 Juli 2014 01:06
Selecao Tamat - Senin, 14 Juli 2014 01:06
amex

amex

Sabtu, 26 Juli 2014 14:37

 

 

 

AMBON,AE.—Paskah tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia terhadap sejumlah mahasiswa Maluku di Jakarta saat kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas), memantik demo mahasiswa, kemarin. Mereka mendesak polisi untuk segera tangkap pelaku.

Pemukulan dilakukan satu pekan lalu, terhadap dua mahasiswa Jakarta asal Maluku. Kasus ini sudah ditangani Polres Jakarta Pusat, dan sudah ditetapkan tersangka. Bahkan dari informasi yang diperoleh pelakunya kini masuk daftar pencarian orang. Pemukulan terjadi di Taman Ismail Marzuki Jakarta, saat acara Silaturahmi Nasional.

Para mahasiswa yang tergabung dalam koalisi Cipayung dan element pemuda Maluku, mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh pengurus DPD KNPI itu. Menurut Bansa Hadi Sella, yang merupakan kordinator aksi, dalam orasinya mengatakan sangat menyesali tindakan yang dilakukan oleh pengurus KNPI itu.  Ini karena pelakunya adalah orang terdidik, dan mereka yang membawa gerbong organisasi pemuda terbesar di Indonesia.

“Kami sangat mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Bisri Latuconsina atau yang lebih dikenal dengan sebutan Boy itu. Aksi itu tidak sepatutnya dilakukan oleh mereka. Karena mereka itu merupakan orang-orang terdidik bukan preman di pasar. Sehingga tindakan itu sangat tidak terpuji sekali,” teriak Sella.

Alumni Fakultas Syariah IAIN Ambon ini, menegaskan apapun alasan tindakan yang dilakukan oleh KNPI itu sangat mencoreng dan merusak citra tatanan generasi muda di Maluku. Ini kasus pidana sehingga harus diselesaikan melalui jalur hukum tanpa menggunakan kata damai.

Untuk itu, dia menegaskan, atas nama Cipayung dan Elemen Pemuda Maluku, mereka akan terus melakukan pengawalan terhadap kasus pemukulan hingga benar-benar tuntas secara hukum. “Bagi kami tindakan yang dilakukan oleh Boy dan beberapa temannya merupakan pelanggaran. Kami tidak akan tinggal diam dan terus melakukan pengawalan terhadap kasus ini hingga tuntas. Haram bagi kami untuk berdamai,” kata kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan pemuda HMI Cabang Ambon ini.

Tak hanya itu, para pendemo itu meminta, supaya Polda Maluku segera berkordinasi dengan pihak Polres yang menangani perkara ini guna segera menangkap para pelaku yang merupakan pengurus KNPI tersebut.

Para pendemo juga meminta Boy Latuconsina beserta pengurusnya mundur dari jabatan pimpinan KNPI Maluku. “Kami pemuda Maluku, tak mau dipimpin oleh mereka yang berkarakter preman karena nanti mereka bukan penyelamat generasi,” ucapnya.

Sementara itu Korwil Forum Mahasiswa Muslim Maluku, Sahril Salamena, meminta untuk Badan pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pengauditan terhadap penggunaan anggaran yang dipakai untuk kegiatan Silatnas.

“Ini uang siapa yang mereka pakai? Karena tidak rasional jika kegiatan yang tak ternilai itu, hingga pada pemukulan terhadap pemuda Maluku di Jakarta itu, menggunakan uang sedikit. uang itu besarannya hampir miliyaran rupiah,” katanya.

Gubernur Maluku Said Assagaff, juga diminta tidak terlalu mengikuti keinginan sejumlah orang yang mengatasnamakan pemuda.“Selama ini tidak jelas dan apa hasil dari yang mereka lakukan untuk Maluku. Untuk itu kami minta supaya pak gubernur, tidak selalu mengikuti apa yang mereka mau. Semuanya nanti akan sia-sia dan hanya untuk kesenangan mereka secara pribadi,” timpalnya.

Atas nama pemuda Maluku, mereka juga meminta untuk pengurus KNPI Maluku segara melaporkan hasil kegiatan Silatnas tersebut kepada publik Maluku. “Mereka (DPD KNPI-Red) harus melaporkan hasil dari kegiatan itu, karena kegiatan itu membawa nama pemuda dan masyarakat Maluku. Ini untuk pertanggungjawabkan kepada masyarakat Maluku. Jangan hanya kesenangan mereka kami pemuda dan masyarakat di kambing hitamkan,” tutupnya. (M1/M3)

 

 

 

Sabtu, 26 Juli 2014 14:23

AMBON,AE.—Ketua Perayaan Hari Besar Islam Abidin Wakanno mengatakan, untuk malam takbiran kali ini, pawai takbiran ditiadakan. Takbiran tidak boleh dirayakan dengan cara hura-hura, karena akan menghilangkan kehikmatan malam takbiran itu sendiri.

“Bukan saja PHBI tetapi juga, MUI, dan OKP-OKP Islam maupun ormas lain, semuanya sudah sepakat untuk pada malam takbiran nanti tidak ada yang namanya pawai. Itu tidak boleh, karena malam takbiran ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Staf pengajar IAIN Ambon, takbiran akan dilakukan diseluruh mesjid yang berada di Kota Ambon tanpa harus melakukan pawai. Tak hanya dilakukan takbiran diseluruh masjid tetapi pihak PHBI dan beberapa ormas lainnya juga akan melakukan pagelaran pentas seni muslim untuk meramaikan malam takbiran nanti.

“Mungkin kalau dengan takbiran di masjid itu lebih hikmad dari pada harus dengan pawai itu. Untuk itu dengan dilarangnya pawai itu karena akan ada panggung terbuka di perempatan Al Fatah itu, guna meramaikan suasana takbiran nanti,”tutupnya.

Kepala kepolisian Resort Pulau Ambon dan Pp Lease Ajun Komisaris Besar Polisi I Dewa Putu Alit Bintang Juliana, siap melaksanakan kesepakatan bersama ormas Islam, MUI, dan PHBI untuk tidak menggelar pawai takbiran.

“Kami akan membubarkan jika ada yang sengaja pawai,” jelasnya.
Komandan Komando Distrik militer 1504 pulau Ambon, Letnan Kolonel Jarot Edy Purwanto menambahkan, pihaknya siap untuk membantu kepolisian guna mengamankan malam takbiran itu. “Selama ini juga kami selalu membantu pihak kepolisian mengamankan setiap situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Apalagi ini malam takbir akan kita bantu pihak kepolisian mengamankan malam takbiran hingga selesai lebaran nanti,”tegasnya.

Untuk itu Dandim mengimbau, kepada seluruh warga masyarakat Kota Ambon, untuk menjaga kehikmatan dan kesucian malam takbiran ini. Sehingga tidak perlu untuk melakukan hal-hal yang nantinya dapat merusak kesucian malam tersebut.(M1)

Sabtu, 26 Juli 2014 14:23

Misbachul Bachtiar, Personel Tim Sensus 101 Hantu Dunia

SEBAGAI komikus, Misbachul Bachtiar punya segudang mimpi. Selain ingin kembali menelurkan karya baru, dia ingin menularkan ilmunya membuat komik melalui sekolah terbuka seni.

OHANG pandak merupakan salah satu hantu asli Indonesia. Berbentuk menyerupai anak laki-laki bertubuh kecil. Warga Sumatera meyakini ia adalah hantu penghuni Gunung Kerinci.

Jawa Timur juga miliki hantu yang khas. Hantu itu berwujud perempuan. Yakni, matianak. Hantu asal Bawean tersebut memiliki ciri rambut panjang dengan wajah buruk rupa. Ia juga miliki suara khas menyeramkan. Hantu jenis itu dikenal lebih suka menggoda kaum lelaki. Ditengarai, matianak masih satu spesies dengan kuntilanak.

Ada lagi hantu paling fenomenal Indonesia. Hampir semua masyarakat mengenal hantu jenis itu. Ya, siapa lagi kalau bukan ’’hantu nasional’’, pocong. Hantu jenis itu identik dengan balutan kain kafan dan bergerak dengan melompat.

Itu hanya sebagian kecil contoh hantu yang dimiliki Indonesia. Broky, sapaan Misbachul Bachtiar, sempat melakukan sensus. Tentu dia tidak berdialog langsung dengan para demit dari seluruh penjuru negeri. Yang dilakukannya adalah menanyai beberapa orang seputar cerita-cerita hantu. Tim itu juga datang ke berbagai tempat untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya soal makhluk halus.

Hasilnya, ada 101 hantu mulai dari Sabang sampai Merauke. Dia bersama kedua rekannya, Wiryadi Dharmawan dan Yudis, lantas membukukannya dalam sebuah komik berjudul 101 Hantu Nusantara.
Komik itu, jelas Broky, bergenre humor. Sebab, aspek yang ditonjolkan bukan kesan hantu yang menyeramkan. Melainkan, nama hantu di setiap wilayah, bentuk, dan penyebutannya. “Bentuk hantu itu ternyata lahir dari kebudayaan,” ujar Broky.

Sebab, menurut dia, hampir setiap warga di suatu wilayah mengaku pernah melihat hantu yang menjadi mitos di daerahnya. ”Tidak mungkin orang Jogja lihat ohang pandak (hantu asal Sumatera, Red). Mereka pasti mengaku melihat genderuwo,” ucapnya, lantas tertawa.

Broky menjelaskan, hantu tersebut berangkat dari budaya takut di setiap daerah. Misal saja, kuntilanak. Itu hanya cermin rasa takut masyarakat terhadap sosok perempuan berambut panjang dan berbaju putih.

Berhasil menyensus hantu Nusantara, Broky bersama kedua temannya kembali melakukan sensus hantu. Selang 10 bulan dari 101 Hantu Nusantara, mereka mengadakan sensus untuk hantu dunia. Mereka juga menghimpun 101 hantu. Lagi-lagi mereka mengemasnya ke dalam sebuah komik bergenre humor. Yakni, 101 Hantu Dunia.

”Karena kedua komik itu, saya jadi seperti sekarang,” kata Broky dengan senyum mengembang. Baginya, menjadi komikus tidak hanya menimbulkan kesenangan sendiri, melainkan dapat menciptakan media untuk berbagi kesenangan. ”Kalau komik humor, sekali baca kan langsung ketawa. Ibadah juga,” imbuhnya.

Komik Broky bersama kedua temannya terbilang berhasil. Bagaimana tidak, komik itu laris di pasaran. Sekarang tidak dapat ditemukan lagi cetakan pertamanya. Melainkan, sudah cetakan ke-5. Dia juga mengaku, sebagian penghasilannya diperoleh dari komik-komik karyanya.

Bukan hanya 101 Hantu Nusantara dan 101 Hantu Dunia komik karya Broky. Sebelumnya, dia membuat dua komik lain. Yakni, Cintaku Tertambat di Facebook dan Gilanya Bola.
Keberhasilannya dalam membuat komik, ternyata, membuat hatinya terketuk. Tidak ingin keberhasilan hanya dirasakan olehnya, pria kelahiran 18 Juni 1984 itu berkeinginan keras mengajak orang lain untuk turut terjun di dunianya.

Alhasil, pada Juni 2013, dia resmi membuat sekolah terbuka seni. Salah satu kesenian yang diajarkan adalah seni membuat komik.
”Untuk saat ini baru ada seni musik dan seni rupa,’’ sebutnya. Di sekolah seni terbuka itu bukan hanya Broky yang berkecimpung. Ada dua temannya lagi yang turut membantu. Yakni, Danang D.K. dan Endy Lukito. ”Dulu kami teman kuliah,” imbuhnya.

Broky mengingat, awal mula Kiani berdiri berdasar gagasan meja makan. Saat itu Kiani lahir dari celetukan salah seorang kawan. Ternyata, Kiani berarti kerajaan.
Siang itu (23/7) Broky berada di kafe kecil miliknya. Tidak terlalu luas. Sekitar 3x10 meter. Namun, suasananya cukup nyaman. Bukan hanya kursi yang didesain apik, di sana juga terdapat perpustakaan mini. ”Siapa saja boleh pinjam dan baca di sini,” ujarnya.

Kala itu Broky memang tidak memiliki jadwal mengajar. Sekolah seninya tidak setiap hari diadakan. Hanya satu kali dalam sebulan. ”Akhir pekan di minggu keempat,” sebut Broky.
Sekolah terbukanya bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, dia mengaku tidak jarang kafe itu dipakai untuk lokasi sekolah.

Dia beranjak menuju tempat duduk yang lebih luas. Yakni, di pojok paling depan dekat dengan perpustakaan. ’’Anak-anak biasanya di sini. Kursinya lebih banyak,” ujarnya.

Sekolah terbuka milik Broky didesain hanya untuk anak-anak di bawah sembilan tahun. Dia memang lebih memprioritaskan anak yang masih menginjak usia TK. Selain karena suka dengan anak-anak, Broky merasa bahwa anak kecil lebih mudah dipahamkan mengenai seni.

Baginya, seni tidak hanya bicara hasil. Melainkan juga olah rasa. ”Jiwa seni itu harus ditanamkan. Dengan begitu, rasa percaya diri mereka terbangun. Paling efektif ya anak-anak tadi,” jelasnya.
Jumlah siswa untuk sekolahnya tidak tentu. Bahkan, saat hanya ada seorang yang ingin belajar seni, dia tetap sigap. Hanya, aktivitas sekolah seninya paling sering berlangsung di Joglo Andanawarih Pangestu Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu) di Banyu Urip, Surabaya.

Broky memang tidak pernah membatasi. Siapa saja boleh gabung dengan sekolah terbuka itu.
”Kami biasanya jemput bola. Kami cari dulu siswa yang mau, lalu belajar bersama tentang seni,” papar Broky. Cara lain juga tidak jarang mereka lakukan. Misalnya, mendatangi salah satu TK untuk mengajarkan seni.

Bagaimanapun prosesnya, Broky tidak mempermasalahkan. Tujuannya hanya satu, mengajarkan kesenian kepada anak-anak di Surabaya-Sidoarjo secara gratis.
”Tidak ada biayanya. Ilmu kami bagikan secara cuma-cuma,” tutur alumnus Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya itu.

Sebab, bagi Broky, ilmu seni bukan sesuatu yang mahal harganya. Asalkan ada kemauan, semua orang dapat menghasilkan karya seni. Bukan hanya rupa dan musik. Melainkan juga seni membuat komik.
Menjadi komikus pernah menjadi harapan Broky dulu. Kini itu sudah berhasil dia wujudkan. Namun, masih ada satu harapannya yang belum sempurna terwujud.

Yakni, membuat Kiani kian hidup. Sebab, semakin banyak anak yang bergabung di Kiani membuktikan semakin banyak anak-anak yang belajar seni. Saat itulah harapan Broky kembali terwujud. (jpnn)

 

 

 

Sabtu, 26 Juli 2014 14:23

AMBON, AE.—Intimidasi sampai pada tindak penganiayaan untuk membatasi masyarakat membongkar kasus-kasus korupsi di Maluku Barat Daya selalu saja terjadi. Kemarin, salah satu tokoh pemuda Maluku, Nelson Lethulur babak belur dipukul sejumlah orang. Pemukulan ini diduga terkait komentarnya tentang kasus korupsi di daerah itu.

Aksi pemukulan terjadi kemarin, sekira pukul 18.00 Wit, di rumah kopi Joas, Jalan Said Perintah. Sebelum penganiayaan terjadi, para pelaku membuat janji dengan korban untuk bertemu.  Pertemuan berkaitan dengan permintaannya kepada Kejasaan Tinggi Maluku menahan dan memenjarakan Barnabas Nataniel Orno, Bupati MBD dalam kasus korupsi.

Para pelaku tiba lebih awal di rumah kopi Joas, dari korban. Mereka tiba di TKP sekira pukul 17.00 Wit. Mereka memilih berada pada  posisi tengah ruangan yang cukup besar itu. Mungkin saja posisi itu diambil untuk lebih mudah memantau kedatangan Lethulur.

Tiba di TKP, sekira Pukul 18.00 Wit korban tidak langsung menghampiri kelompok itu. Korban langsung menuju ruangan samping dan duduk bersama salah satu rekannya yang juga anggota DPRD Kota Ambon dari PDI-P yaitu Jafry Taihutu. Saat itu pula, korban sempat menyampaikan kalau dirinya dihubungi untuk membicarakan beberapa hal terkait komentarnya di koran.

Setelah sedikit bercakap dengan Jafry yang juga mantan wartawan ini, korban menuju ruangan bagian dalam. Dia bertemu seseorang bernama Robinson. Asyik bercerita serius, datang salah seorang pelaku menghampiri Lethulur. Pelaku langsung menganiaya korban. Darah pun meluncur deras dari pelipis korban.

Suasana rumah kopi Joas sore itu langsung tegang. Pelaku kemudian berjalan keluar rumah kopi dan meninggalkan TKP. Setelah itu rombongan yang kebetulan duduk dengan pelaku langsung kabur dari TKP. Keluarga, kerabat dekat maupun orang yang kebetulan ada saat itu pun datang dan menghampiri korban.

Sekira pukul 18.45 Wit, petugas kepolisian dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease terjun ke TKP dan mengamankan korban. Korban dibawah ke Polres Ambon untuk dimintai keterangan. Kasus telah diproses Polres Ambon dan korban telah divisum.
kasus-kasus penganiayaan yang terkait dengan korupsi di MBD, sudah dua kali terjadi. Pertama, kejadian penikaman terhadap Oyang Orlando Petrusz yang kerap mendesak aparat Reskrimsus Polda Maluku untuk memeriksa kasus korupsi MBD

Kedua, yang baru terjadi kemarin sore terhadap Nelson Lethulur dan juga telah dilaporkan ke Polres Ambon dan Pp Lease. (M3/M1)

 

 

 

Sabtu, 26 Juli 2014 14:23

Ambon, AE.—Menempatkan seorang kepala dinas tanpa memerhatikan prinsip basic keilmuan, dan manajerial akan berdampak pada kinerja pemerintah secara keseluruhan. Karena itu, dalam promosi jabatan, penting untuk memperhatikan pola the right man on the right place atau seseorang ditunjuk pada jabatan tertentu sesuai dengan kemampuannya.

Hal ini disampaikan pengamat pendidikan Universitas Pattimura, Stevin Melay kepada Ambon Ekspres, kemarin. Dia mengkritisi penunjukan Saleh Thio sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga. Melay melihat keputusan itu tak lebih dari sebuah kecelakaan baru pada dunia pendidikan Maluku, karena Thio dalam catatan karirnya belum pernah terlibat dalam mengelola dunia pendidikan.

“Thio tidak memiliki latar belakang pendidikan kependidikan. Mengelolah dunia pendidikan membutuhkan orang yang memahami betul dunia pendidikan dan salah satu indikatornya adalah memiliki latar belakang kependidikan. Bagaimana pendidikan di maluku bisa dibenahi kalau managernya tidak tau esensi pendidikan tersebut,”  kesalnya.

Sekretaris jenderal Ikatan alumni FKIP Unpatti ini mengatakan, Maluku saat ini dalam gumulan besar untuk memperbaiki mutu pendidikan. Lebih khusus mutu guru yang mengalami kemerosotan kualitas yang luar biasa lewat Uji Kompetensi Guru (UKG) 2 tahun terakhir dengan menempatkan Maluku sebagai provinsi yang berada pada urutan  akhir dari seluruh satuan pendidikan.

“Karena itu memang sangat dibutuhkan seorang kepala dinas yang memiliki gaya berfikir yang kosntruktif dengan berbasis pada filosofi dan esensi pendidikan sehingga dapat membantu menyelesaikan problem pendidikan di Maluku,” tandas dia.

Menurut Melay, saat ini Maluku butuh manajer yang bisa membawa dunia pendidikan keluar dari keterpurukan. “Dunia pendidikan kita sedang terpuruk. Untuk mengatasi masalah keterpurukan ini dibutuhkan kepala dinas, yang betul-betul memahami dunia pendidikan. Ini penting, agar dia bisa mengetahui darimana dia harus bekerja, dan apa yang ingin dicapai,” kata Melay.

Dia menegaskan, penolakan ini, bukan didasarkan pada figur, tapi kapasitas orang yang ditunjuk. “Nanti pa Thio susah sendiri dalam bekerja. Masalah pendidikan sangat kompleks. Karena itu butuh orang yang punya basic kependidikan untuk menyelesaikannya,” pungkas Melay. (M3) 

Kamis, 24 Juli 2014 13:32

Detik-Detik Menjelang Jokowi Ditetapkan sebagai Presiden di Rumah Solo

Seperti saat hari pencoblosan pilpres 9 Juli lalu, suasana di rumah keluarga Jokowi di Jalan Pleret Raya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa (22/7) ramai dikunjungi sanak saudara, tetangga, serta para pendukung. Puluhan wartawan juga tidak tertinggal meliput aktivitas di dalam rumah itu sejak siang hingga  malam.

IBUNDA Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, beserta tiga adik Jokowi –Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati– sejak acara rekapitulasi suara di KPU ditayangkan di dua stasiun televisi tidak pernah berdiri dari tempat duduk. Mereka menyimak dengan saksama tahap demi tahap penghitungan suara pilpres yang diikuti dua calon pasangan presiden-wakil presiden itu.

Suasana sempat tegang ketika kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memprotes KPU yang tidak mengindahkan tuntutan mereka untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS di Jakarta. Apalagi ketika Prabowo kemudian mengumumkan ’’menarik diri’’ dari proses rekapitulasi suara yang diselenggarakan KPU.

Saat itulah Sujiatmi dan saudara-saudara Jokowi melakukan ’’break’’ untuk salat berjamaah dan menggelar doa bersama. ’’Kami berdoa agar semua berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujar Iit Sriyantini mewakili keluarga Sujiatmi.

Menurut pihak keluarga, sebenarnya kemarin tidak ada rencana untuk membuat acara nonton bareng rekapitulasi suara KPU seperti saat penghitungan cepat (quick count) lembaga-lembaga survei 9 Juli lalu. Hanya, pihak keluarga menyadari, pasti akan banyak sanak saudara dan pendukung Jokowi yang berdatangan ke rumah Sujiatmi.

Karena itu, semula para wartawan pun tidak berani masuk ke rumah Jokowi. Apalagi rumah calon presiden periode 2014–2019 itu mulai dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Setiap tamu yang masuk ’’diperiksa’’ petugas soal keperluannya. Tampak beberapa mobil masuk melalui pintu sisi barat. Mereka ternyata adalah sanak saudara tuan rumah yang bermaksud menyampaikan ucapan selamat kepada keluarga Sujiatmi.

Baru sore menjelang magrib keluarga Jokowi mempersilakan para wartawan untuk masuk. Tuan rumah, rupanya, telah menyiapkan makanan untuk buka bersama sore itu. ’’Yang penting sekarang buka puasa dulu. Liputannya nanti kalau sudah ada pengumuman resmi dari KPU,’’ ujar Budi Santoso, adik ipar Jokowi.
Untuk takjil, para tamu, termasuk wartawan, disuguhi teh manis serta kue dan getuk ketela. Untuk makan, keluarga Jokowi menyajikan nasi gudeg yang dihidangkan dalam kotak. ’’Silakan teman-teman wartawan. Monggo dinikmati,’’ kata Budi.

Di ruang keluarga yang beralas karpet merah itu juga tampak kerabat, para relawan, simpatisan, serta tetangga yang berbuka bersama. Sambil menikmati nasi gudeg, mereka menyaksikan rekapitulasi suara KPU di televisi. Saat TV menampilkan gambar Jokowi-JK duduk bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteri BUMN Dahlan Iskan, serta sejumlah tokoh lain, tepuk tangan bergema di ruangan itu. Mereka menilai, kemenangan Jokowi-JK tinggal menunggu waktu pengesahan.

Begitu buka bersama selesai, acara diteruskan dengan salat magrib berjamaah. Setelah salat, imam Arif Rahman mengajak jamaah untuk mendoakan Jokowi-JK agar mendapat jalan terbaik dan amanah jika memimpin negeri ini. Doa ditutup dengan pembacaan Surah Al Fatihah.

Setelah berdoa, keluarga dan kerabat Jokowi kembali menyaksikan televisi. Mereka tampak tenang, meski dalam tayangan televisi belum ada keputusan resmi dari KPU.
Baru malamnya sekitar pukul 20.00, detik-detik yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba. KPU mengumumkan secara resmi hasil rekapitulasi suara Pilpres 2014 yang dimenangi Jokowi-JK. Spontan, Sujiatmi bersujud syukur. Adik-adik Jokowi serta kerabat dekat lainnya melakukan hal yang sama.

Tepuk tangan, pelukan, dan ucapan selamat disampaikan para tamu kepada Sujiatmi. Sujiatmi pun tidak bisa menahan air mata haru menjadi saksi sejarah satu-satunya anak laki-lakinya menjadi orang nomor satu di negeri ini. Dia tidak bisa berkata-kata, kecuali mengucap rasa syukur berkali-kali.

Ketika wartawan berusaha mewawancarai, Sujiatmi tetap tak bersedia mengucapkan kata-kata. Dia hanya menyatakan rasa lega setelah KPU mengumumkan Jokowi-JK memenangi pilpres. ’’Saya plong, plong. Alhamdulillah...,’’ ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sesaat kemudian, sebuah tumpeng disiapkan di tengah ruangan. Sujiatmi diminta memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada para tamu. Tepuk tangan dan yel-yel yang meneriakkan nama Jokowi-JK mewarnai suasana bahagia di rumah Sujiatmi yang asri itu. (jpnn)

 

 

 

Kamis, 24 Juli 2014 13:32

GOLKAR

Keretakan ditubuh Partai Golkar sepertinya makin lebar, menyusul Putusan KPU yang menetapkan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih. Dengan putusan tersebut, tentu Golkar yang tadinya merapat ke Prabowo-Hatta bakal berada di persimpangan, berada di Koalisi Merah Putih, atau tepaksa ikut merapat ke pemerintah mengingat Wapres terpilih adalah sesepuh Partai Golkar.

Dalam kondisi ini, Wakil Ketua DPD Golkar Maluku, Mahfud Waliulu SE yang dihubungi berpendapat kalau sebaiknya Golkar Maluku mendukung penuh hasil Pilpres yang baru diputuskan KPU Pusat. ‘’Bagi kami, baiknya Golkar Maluku mengambil sikap untuk berada atau mendukung keputusan yang diambil pemerintah lewat KPU,’’ tandas Waliulu yang dihubungi, kemarin.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi ini menyebutkan kalau dalam sejarahnya, Golkar tidak pernah mengambil sikap oposisi terhadap pemerintah. Dengan begitu banyak kader yang ada, kata dia, Golkar selalu ada dimana-mana. ‘’Siapapun tidak bisa menampik kalau pak Jusuf Kalla adalah salah satu kader Golkar terbaik,’’ katanya.

Meski mengaku keterangannya ini bukan merupakan keputusan kolektif kolegial DPD Golkar Maluku, namun Waliulu mengingatkan kalau Golkar di Maluku termasuk pengurus kabupaten/ kota harus mampu mendeteksi barometer politik di pusat dan korelasinya bagi Maluku.

‘’Kami kira kita harus realistis dan bersatu. Kekalahan Prabowo-Hatta dalam pilpres kemarin harus dianggap perjuangan yang tertunda dan bagi kami, kita di Maluku harus bersatu memandang Maluku ke depan,’’ katanya politis.

Dia menyebutkan banyak agenda pemerintah pusat di Maluku yang belum terealisasi pada pemerintahan sebelumnya (SBY-Budiono), sementara Maluku masih butuh sentuhan dari pemerintah pusat untuk membangun daerah ini sejajar dengan daerah lain.

Disisi lain ingat dia, Golkar di Maluku merupakan salah satu kekuatan yang besar di daerah ini. ‘’Karena itu, kami himbau agar Golkar dan seluruh eleman masyarakat di daerah ini harus satu dan sejalan mendukung presiden dan wakil presiden terpilih,’’ tuntasnya. (CR3)

 

 

 

Kamis, 24 Juli 2014 13:32

AMBON, AE.—Para guru yang bertugas di SMP Negeri 2 Ambon gigit jari. Saat pemerintah mengumumkan akan membayar gaji 13 jelang hari raya Idul Fitri, para guru ini justru harus menahan kebahagiaan mereka. Ini setelah diketahui kalau bendahara sekolah itu, Timotius Kastanya telah membawa kabur gaji 13 milik para guru di SMP Negeri 2 Ambon. Kasus ini sudah dilaporkan ke aparat kepolisian,  Polres Ambon dan Pp Lease.

Kepala SMP Negeri 2 Ambon, HI Lasiteny kepada wartawan mengatakan, gaji 13 yang dibawa kabur Timotius sebesar Rp 433 juta. Padahal pencairan gaji itu sudah dilakukan sejak Jumat (18/7).
Dikatakan, setelah pencairan, uang itu tidak dibawa ke kantor tapi justru dibawa ke rumahnya di kawasan Dusun Eri, Kecamatan Nusaniwe. Padahal saat itu, kata dia, semua pegawai sudah berada di sekolah karena ada buka puasa bersama dan sekaliaan untuk mengambil gaji 13 yang menjadi hak mereka.

‘’Saat dia tidak datang, kita maklumi karena mungkin ada hajatan pribadi. Namun  sampai sekarang sudah lebih dari lima hari dan dia juga tidak berada di rumahnya,” ungkap La Siteny.

Dijelaskan, biasanya Timotius menyuruh salah satu pegawai yang bernama Rudy untuk membagi gaji pegawai dan guru. Namun kali ini hal itu tidak dilakukan. Ketika dirinya menghubungi yang bersangkutan, nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi lagi. ”Kita sudah panggil istrinya untuk meminta keterangan tentang keberadaan suaminya. Isterinya juga tidak tahu tentang keberadaan suaminya dan penjelasan isterinya bahwa Timotius telah memberikan uang Rp 7 juta untuk membayar kredit,’’ terangnya.

La Siteny mengaku,  Timotius sudah 3 tahun bertugas sebagai bendahara. Selama ini para pegawai dan guru juga mengeluh perilakunya saat membayar gaji mereka. ”Dia sudah menjabat bendahara di sekolah ini selama 3 tahun. Selalu ada keluhan karena ada pemotongan kecil-kecil dan juga sering terlambat. Dengan tindakannya seperti itu sudah seharusnya diganti namun itu kewenangan Pemkot Ambon,” tandasnya.
Dirinya mengaku, penggelapan itu sudah dilaporkan pihaknya ke Polres Ambon dan Pp Lease pada Selasa (22/7) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun dia  menambahkan, sebelumnya ada laporan juga untuk kasus ini yang disampaikan isteri Timotius ke polisi. ‘’Tapi kita menduga ada keterlibatan isterinya jadi kita juga telah melaporkan secara resmi dari pihak sekolah. Kita tunggu saja hasil penyidikannya,’’ pungkas dia.

Kepala Badan Kepegawaian Kota (BKK) Ambon, Beny Selanno yang dikonfirmasi wartawan di sekolah itu menjelaskan, tindakan Timotius ini tidak sesuai  abdi masyarakat. Dia menegaskan, pelaku merugikan citra PNS dan yang pasti akan ditindak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Kasus  ini sudah dilaporkan ke polisi. Kita serahkan dulu kepada pihak kepolisian dan kita  tunggu saja  bagaimana hasil penyelidikan. Kalau memang benar terbukti ada unsur kesengajaan kita  akan tindak tegas hingga tingkat pemecatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ambon, AKP Agung Tribawanto yang dikonfirmasi Ambon Ekspres mengaku belum mendapat informasi terkait laporan tersebut. Namun dia menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti semua laporan yang telah disampaikan ke polisi. (M5)

 

 

 

Most Views