Breaking News
Kepala BRI Tantang Dikor Malteng - Senin, 08 September 2014 00:26
Agar Orang Tidak Salah Pilih Guru Privat - Senin, 01 September 2014 01:47
536 Guru K2 Berpeluang Diangkat 2014 - Selasa, 26 Agustus 2014 22:26
HIPMI Siap Bantu UMKM - Senin, 25 Agustus 2014 01:16
Sarjana Lulusan Maluku Terganjal Syarat CPNS - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Maluku Siaga Satu - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Golkar Maluku Butuh Regenerasi - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Disdikpora Tunggak Tunjangan Sertifikasi - Kamis, 21 Agustus 2014 01:16
Meraba Peluang di Ketatnya Persaingan - Rabu, 20 Agustus 2014 00:36
Hario Kecik, yang Dilupakan - Rabu, 20 Agustus 2014 00:35
Waspada Bahaya Dari Laut - Rabu, 20 Agustus 2014 00:35
70 Persen Napi Dapat Remisi - Senin, 18 Agustus 2014 12:19
Sahuburua Pilih Diam - Senin, 18 Agustus 2014 12:34
Alasan Baru, Tepis Kritikan - Senin, 18 Agustus 2014 12:19
Video Mesum Oknum Guru Beredar - Kamis, 14 Agustus 2014 13:31
Anggota DPRD di Maluku Dilantik September - Kamis, 14 Agustus 2014 13:31
Tak Punya Duit, JMP tak Tuntas - Rabu, 13 Agustus 2014 13:40

Olahraga Point Penting Ketahanan Nasional

  • Jumat, Okt 11 2013
  • Ditulis oleh 
  • ukuran huruf perkecil besar tulisan perbesar ukuran huruf

Oleh: Untung Widagdo, SH.,MSi. Pemerhati sosial budaya. Penulis tinggal di Jakarta

Hari ini Senin (9/9), bangsa Indonesia serentak memperingati  Hari Olah Raga Nasional (Haornas) yang menginjak usia tiga dasa warsa. Kita cukup prihatin beberapa cabang olah raga, prestasinya tak kunjung meningkat. Beruntung masih ada cabang beladiri dan bulutangkis yang menyumbangkan medali dikejuaraan tingkat internasional,  khusus cabang bulutangkis prestasi mendunia kembali bisa diraih pada  kejuaraan dunia di Guangzhou Cina tahun ini, Indonesia meraih medali emas kategori ganda putra dan ganda campuran. Sedikit mengobati rasa rindu masyarakat penggemar bulutangkis Indonesia yang sempat paceklik medali selama beberapa tahun terakhir  ini. Semoga prestasi baik ini bisa memicu para atlit lain untuk memacu semangat meraih medali di setiap turnamen ataupun kejuaraan internasional.

Bangkitkan Gelora Semangat Olah Raga.
 Baru sebagian masyarakat Indonesia yang menyadari olahraga sebagai suatu kebutuhan dan mungkin sebagian kecil saja yang beranggapan bahwa olah raga membutuhkan partisipasi masyarakat. Kesadaran berolah raga pun belum merata di semua lapisan masyarakat, baik olahraga rekreasi, olahraga pendidikan maupun olahraga prestasi.

Sebelum melihat bagaimana kondisi perkembangan olah raga kita agaknya, saya perlu membuat ilustrasi sederhana bagaimana kita perlu memahami pentingnya menggelorakan semangat panji olahraga "Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat", yang sementara ini gaungnya cenderung menurun dan mulai ditinggalkan. Momentum peringatan Haornas yang ke 30 sekarang ini sangat tepat untuk bersama-sama menggelorakan gaung panji olah raga dikalangan masyarakat.

Masih teringat dalam benak kita ketika  produk mie instan merek Mie Sedaap pertama kali dikenalkan, orang tidak menyangka  produk tersebut akan merajai pasaran mie instan di Indonesia. Kitapun sanksi apakah mie sedaap mampu bersaing dengan merek indomie yang sudah ada sebelumnya dari perusahaan raksasa Indofood. Kita tersentak, mata kita dibuat terbelalak, mie sedaap mampu meruntuhkan mie instant Indofood yang selama ini menguasai pasar. Prestasi mie sedaap patut diacungi jempol, ternyata dengan usaha keras dan menggelorakan promosi secara  besar-besaran dan terus menerus keberhasilan dapat diraih.

Ilustrasi yang kita dapatkan dalam dunia pemasaran dapat kita bawa ketika kita memahami maupun mengkaji persoalan kenapa prestasi olah raga kita mengecewakan. Kalau dalam pemasaran banyaknya produk yang laku di pasaran menjadi indikator suksesnya penjualan, artinya dalam konteks olah raga semakin banyak masyarakat kita yang berolah raga sudah pasti semangat kompetisi akan semakin ketat dan akan menjadi daya tarik pemerintah dan kalangan swasta, tokoh masyarakat dan unsur lainnya untuk memajukan prestasi olah raga.

Dahulu ketika bulutangkis mengalami jaman kejayaan, gelora semangat bermain bulutangkis begitu semarak, seluruh masyarakat Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan melakukan olah raga ini. Bahkan setiap kampung memiliki lapangan bulutangkis walaupun sederhana menggunakan lane dari bambu atau batu bata dengan lampu penerangan seadanya, petromaks. Masyarakat tetap antusias, gaung bulutangkis ada di mana-mana akhirnya memicu semangat kompetisi, munculah bibit-bibit pemain bulutangkis di daerah-daerah yang kemudian dibina dan dilatih ke tingkat yang lebih tinggi.

Bagaimana membangkitkan gelora semangat olah raga? Tentu mudah saja asal ada kemauan dan keinginan pemerintah untuk menggiatkan semarak Haornas secara besar-besaran, gelorakan panji olah raga, kobarkan semangatcinta olah raga dan berikan bonus bagi atlit-atlit yang berprestasi dengan melibatkan peran masyarakat. Toh aturan yang ada sudah cukup, tinggal bagaimana kita menggeber seluruh pemangku kepentingan olah raga untuk memacu kerjasama dalam meraih prestasi dunia.

Mengingat masyarakat Indonesia yang jumlahnya 250 juta jiwa memiliki potensi untuk menjadi atlit, tentunya dengan pembinaan yang baik didukung dengan sarana dan prasarana olah raga yang memadahi serta dikelola secara baik akan muncul atlit berprestasi. Sebagai, kata kunci kemajuan olahraga nasional adalah usaha sinergitas pemangku kepentingan olah raga untuk menjadikan olahraga sebagai budaya masyarakat lalu dilakukan pembinaan olahraga secara professional guna meraih prestasi nasional maupun internasional.

Dengan adanya kehadiran instansi pemerintah dan swasta diharapkan mampu menangani permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam kaitannya dengan pengembangan olahraga tentunya yang terkait dengan penggalian sumber-sumber dana dari masyarakat secara legal dan transparan, sehingga kebutuhan akan sarana dan prasarana olahraga dapat dipenuhi.

Pernyataan menteri BUMN Dahlan Iskan belum lama ini, akan mendorong perusahaan plat merah untuk memberikan bantuan kepada para olahragawan Indonesia guna memajukan dunia olahraga nasional dan akan memberikan bantuan kepada olahragawan yang akan bertanding di ajang Sea Games tahun 2013 dan 2015, Asian Games 2014 dan Olympic Games 2016. Pernyataan Dahlan Iskan tidak saja membawa angin segar bagi para atlit Indonesia untuk memacu semangat meraih prestasi setinggi-tingginya, namun juga diharapkan berpengaruh kepada pengusaha lainnya untuk andil dalam memajukan olah raga nasional.

Olah Raga  Memperkokoh Ketahanan Nasional.
Tantangan bangsa-bangsa sekarang ini bukan lagi melepaskan diri dari belenggu penjajah, namun persaingan yang sportif untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa dalam event-event internasional kejuaraan olah raga akan menjadi point penting bagi ketahanan nasional . Untuk itu perlu kita majukan olahraga Indonesia, dengan menggalang semangat bersama seluruh masyarakat agar para atlit memiliki jiwa dan semangat nasionalisme yang tinggi untuk mencapai prestasi terbaik.

Dalam memajukan olah raga peran pemerintah saja tidak cukup, perlu peran serta aktif dari segala unsur komponen masyarakat secara keseluruhan. Sehingga kemajuan olah raga nasional merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, baik buruknya prestasi tergantung kita bagaimana mengelola olah raga secara profesional dan transparan. Bila perlu dilakukan audit oleh lembaga independen dalam penggunaan keuangannya.  Karena fakta dan pengalaman riil di lapangan bahwa olahraga yang dikelola dan dibina dengan baik akan mendatangkan banyak manfaat bagi kepentingan nasional.

Kepentingan nasional sebagai kepentingan bersama seluruh komponen bangsa hanya bisa disepakati bersama dan di implementasikan jika kepentingan individu atau golongan kita abaikan, namun perlu didukung dengan semangat persaudaraan yang mengalir didalam  darah setiap anak bangsa.  Sebagai bangsa yang besar, kita memiliki kewajiban untuk menjaga NKRI dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik dengan benar-benar berorientasi kepada sistem nilai, norma dan kepentingan nasional. Itu hanya dapat dicapai bila seluruh komponen bangsa menyatukan pandangannya dalam satu perspektif tentang Ketahanan Nasional.  

Telah ditegaskan pasal 4 UU No 3 Thn 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional bahwa pembangunan nasional di bidang keolahragaan bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkokoh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

Untuk meraih  tujuan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan namun hanya bisa diraih dengan membangun kerjasama yang baik segenap komponen bangsa,  memadukan disiplin dan semangat juang serta usaha keras melalui latihan secara teratur, bertahap, bertingkat dan berlanjut bagi seluruh atlit yang ada.  Selain itu juga butuh suatu komunitas untuk mewadahi sesuai dengan cabang olah raga (cabor), dari kelompok yang kecil di dalam lingkungan keluarga, lingkungan daerah dan ke jenjang yang lebih tinggi secara nasional. Itulah sebabnya olahraga, seperti yang sering kita alami dalam olahraga kompetitif, dipandang ampuh untuk membangun persatuan dan kesatuan yang akhirnya bermuara kepada terwujudnya rasa kebanggaan dan kebangsaan yang tinggi.

Rasa kebangsaan sangat erat kaitannya dengan sikap seorang anak bangsa terhadap tanah airnya yang dipandang sebagai tumpah darahnya, sebagai identitas kebangsaannya dan sebagai representasi negara-bangsanya. Kesamaan budaya, sejarah dan aspirasi perjuangan telah menempatkan bangsa Indonesia secara alami sebagai komunitas budaya, komunitas sejarah dan komunitas aspirasi perjuangan yang sama dan dihayati sebagai suatu kepastian  bersama.

Ketika para juara olah raga Indonesia berhasil merebut medali emas, Sang Saka Merah Putih dikibarkan dan terdengar kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya, hati kita tergetar, bulu kuduk merinding bahkan tetesan airmata sulit dibendung, itu wujud emosi rasa cinta  tanah air yang kita sadari, wujud rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Semangat ini perlu ditanamkan kepada seluruh atlit kita, agar para atlit memiliki semangat juang yang tinggi untuk merebut kembali Indonesia juara, pada event kejuaraan internasional yang sudah menunggu kita. Ayo raih prestasi dunia, kita pasti bisa!! (*)

Baca 546 kali
Taksir item ini
(0 pilihan)
Diterbitkan di Opini

Leave your comments

Post comment as a guest

0
terms and condition.
  • No comments found

Most Views